Ketika Harapan Tidak Bertemu dengan Kenyataan

Posted: February 19, 2011 in Cerita
Tags:

Mau beli makan ada saja masalahnya. Bagaikan ayam yang mati di lumbung padi, mungkin itu kali peribahasa yang tepat untuk diriku.

Bagaimana tidak, masa’ mau ambil uang sendiri saja tidak bisa karena ATM terdekat suatu bank swasta dimana aku menabung mendadak tutup, tidak seperti biasanya begini, sebut saja bank itu bank tit tit (kuatirnya ntar kalau aku sebut namanya jadi GeeR itu bank, terus aku dicari-cari lagi sama orang bank-nya karena ‘mempromosikan’ namanya, kan jadi gak enak). Lagian waktu itu aku sudah gak pegang uang sama sekali di dompet, mana yang ada lagi cuman struk-struk belanjaan dan bon-bon hutang (maklum lagi senang koleksi begituan… hehe *ngeles) persis mendadak jadi orang kismin (kata Bang Madit).
MySpace

Sempat terlintas di pikiran, ah ngutang saja deh sekali-kali ke teman. Tapi sebenarnya paling gak suka opsi yang ini. Alasan pertama, karena kalau sewaktu-waktu aku dipanggil oleh yang punya hidup tanpa sempat membayar hutangku, wah bisa berabe, misalkan enak-enak jalan ada truk yang mencium aku dari belakang wah susah itu, kalau ada cewek yang mencium aku sih gak masalah, ya tetap nggak aku tolak. Alasan kedua, ah malu masa’ hari gini ngutang apa kata dunia, mengingat uang gaji yang bulan kemarin-kemarin saja masih belum habis gitu lho ya meskipun cukup untuk beli permen… hehe (maklum ini jatah tabungan untuk menikah).  Alasan ketiga yang paling logis dan yang bisa kalian terima (mungkin) adalah karena pada waktu itu aku lagi jalan sendirian, alias nggak ada teman, alias nge-jomblo (lho3x… koq jadi nyebut ngejomblo-ngejomblo segala), jadi dengan arti lain mau pinjem ke siapa gitu lho…

Tetapi sebagai  pejuang cinta sejati aku nggak pernah merasa mudah cepat putus asa, sampai ke ujung duniapun kalau perlu akan aku cari solusinya (*ya lebay sedikit sekali-kali lha.. hehe), akhirnya muncul nih ide. Seingatku, toko waralaba semacam Indom*rt, Alfam*rt dan mart-mart yang lainnya bisa untuk ambil tunai. Okelah kalau begitu, dengan penuh optimis aku beranjak meskipun langkah terasa sangat berat. Iya benar-benar berat, coba saja bayangin: jaraknya lumayan jauh kurang lebih 1 km (ada yang bilang 1 km dekat? kata siapa, coba kalau kamu jadi semut jauhnya minta ampun itu), perut sudah main musik keroncongan segala, tenaga sudah terkuras habis setelah main futsal, plus bawa tas dengan berat kurang lebih 3 kg… coba bayangin deh dulu… beratkan perjuanganku, kalau nggak percaya coba saja sendiri.
MySpace

Sampai sana, wuih senangnya minta ampun seperti kalau sekarang diibaratkan anak muda yang tidak pernah tatap muka lama dengan sang pacar terus mereka ketemuan, beuh.. bayangin saja bagaimana tuh rasanya… (kata orang-orang sih begitu, aku sih nggak tau secara pasti). Di dalamnya lumayan lah bisa ngadem dulu, bisa ketemu mbak yang ada di kasir, ya itung-itung menghargai ‘pemandangan alam’ ciptaan yang Maha Kuasa… hehe.
MySpace

Okelah, biar nggak terkesan cuma mau mengambil uang, aku coba untuk mengambil beberapa barang yang bisa dibeli. Kemudian setelah sampai kasir dan dihitung-hitung sama mbaknya tuh harga barang, aku keluarkan kartu ajaib dari bank tit tit (ingat nama samaran yang sudah kita setujui di awal cerita), aku bilang ke mbaknya “Mbak sekalian ambil tunai ya sebesar xxx saja..” sambil lirih aku terus bertasbih mengucapkan “Subhanalloh, memang ciptaan Alloh itu indah sekali ya, jarang ada ‘pemandangan alam’ yang bagus seperti ini untuk dilihat.” Dengan memasang muka penuh harapan, eh mbaknya bilang “Waduh maaf mas, uang tunai sebesar xxx-nya nggak ada, karena habis saya setor barusan, jadi tidak bisa”, langsung dalam hati aku 180 derajat dari bertasbih berubah berdzikir #$%^#** (maaf yang ini harus di sensor).
MySpace

Ya memang begitulah hidup, ibarat air laut kadang pasang kadang pula ada surutnya, kadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan rencanakan. Akhirnya aku balik dengan hanya makan kue yang aku beli dari toko tadi, puasa deh untuk makan nasi malam hari itu.
MySpace

Yaa.. untuk para pembaca yang budiman, para fans-fansku, para secret admirer-ku, dan mungkin juga untuk orang-orang yang lagi kesasar ke blog ini entah menemukan link darimana hingga sampai ke blog ini, pelajaran berharga yang bisa rekan-rekan ambil dari cerita di atas adalah jalan kaki sejauh 1 km dengan membawa beban berat sebesar 3 kg itu bisa melatih semua otot tubuh… hehe, gak nyambung ya, bukan itu ya.

Intisarinya adalah “Bersiap-siaplah terhadap semua kemungkinan-kemungkinan terburuk meskipun engkau merasa percaya bahwa hal yang terburuk itu tidak akan menimpa kamu, karena kamu tidak akan pernah tahu bagaimana jalan hidupmu kelak.

Gak nyambung lagi ya, ya terserah aku, aku kan yang bikin cerita. Kalau kamu mau mengubah ya bikin saja cerita sendiri… hehe.

atau singkatnya “Terkadang apa yang kita harapkan dan rencanakan tidak sesuai dengan apa yang kita terima, tapi percayalah mungkin ketika itu adalah jalan terbaik yang diberikan oleh-Nya”. Jadi ketika itu aku bisa berhemat… hehehe

Please don’t try this at home.-

MySpace

Comments
  1. yuyus84 says:

    sabar ya om..

  2. Iya om, ini jg sudah jd orang paling sabar sedunia…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s