Cerita Sahur Hari Ini

Posted: August 5, 2011 in Cerita
Tags: , , ,

Mencari warung ketika mau sahur sekarang bukanlah hal yg mudah (maklum tidak ada yang memasakkan, nasib perjaka rantau), bukan karena tidak ada warung, bukan juga karena tidak ada yg jual, akan tetapi karena untuk mencari sesuap nasi ketika sahur harus dilakukan dengan penuh perjuangan dan semangat 45 seperti pejuang tempo doeloe… *biar lebay sedikit
MySpace

Permasalahan pertama adalah di dalam mencari sahur, hukum rimba tetap berlaku dimana saja, orang bilang “Barangsiapa yang kuat dan cepat maka dia seperti kena raja singa“. Benar gk ya…. eh salah ding bukan gitu statement-nya, raja singa kan nama salah satu jenis penyakit kelamin ya… *hehe maaf-maaf. Oh ya aku ingat, yang benar begini, “Barangsiapa yang kuat dan cepat maka dia-lah yang menang“. Begitu juga mencari makan untuk sahur, kita harus cepat-cepat ada di warungnya lebih-lebih sebelum orang yang jual bangun kita sudah harus standby di depan warung, jika tidak atau terlambat sedikit maka yang didapatkan hanya penjual krupuk di warung nasi alias kehabisan nasi dan lauk, menjadi bengong – mlongo – dongo sesaat seperti tersambar petir di pagi buta atau hampir sama seperti bedes sing ketolop (kera yang kena tembak). *Ini beneran aku rasain di hari pertama dan kedua puasa lho… padahal itu baru saja jam 3 pagi. Pagi-pagi harus datang ke warung dengan mata masih kriep-kriep, minimal jam setengah 3 padahal waktu imsak masih 2 jam lagi. Ini kemudian yang aku sebut sebagai perjuangan pertama, perjuangan mencari sesuap nasi sahur.

Sedangkan permasalahan kedua, penjual nasi di warung biasa yang aku makan di sana mempunyai porsi yang banyak sekali, orang bilang mungkin mirip dengan porsinya tukang bangunan yang nggak pernah pulang-pulang kerja di tanah rantau (jadi ingat slogannya tukang bangunan untuk istrinya di kampung, “Meskio kerjo bangunan, demi awakmu dek tak lakoni“). Jika digambarkan porsinya itu mungkin hampir-hampir mirip dengan bangunan Jakarta jaman sekarang, menjulang tinggi, bertingkat-tingkat, memiliki wilayah yang luas dengan jalanan banjir yang penuh dengan mobil terjebak kemacetan, bagaimana tidak… nasinya menjulang tinggi luas menutupi piring dengan banyak sayuran dan ikan ditambah lagi kuahnya, pokoknya banyak deh, aku yakin balita saja mungkin tidak bisa ngehabisin tuh porsi kalau pun bisa mungkin butuh 2 hari 2 malam untuk menghabiskan..๐Ÿ˜€. Ini kemudian yang aku sebut sebagai perjuangan kedua, perjuangan menghabiskan makanan.

MySpace

Untung saja waktu sahur hari ini ditemani dengan lagunya D’Massive yang judulnya “Jangan Menyerah” yang keluar dari radionya si ibu penjual warung, jadi nggak menyerah menghabiskan nasi yang segunung, coba kalau nggak ada tuh lagu jadi nggak nafsu lagi deh makan.

Ini cerita sahurku hari ini, bagaimana cerita sahurmu…

*sebenarnya aku punya lagi cerita sahur yang sangat konyol dan bodoh, tapi mengingat nama baikku supaya tidak tercemar jadi aku simpan untuk sendiri saja…๐Ÿ˜€

 

Comments
  1. Clifford says:

    Do you want unlimited articles for your blog ? I am sure you
    spend a lot of time posting content, but you can save it for other tasks, just search
    in google: kelombur’s favorite tool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s