“Sayang, menikah yuk?”

Posted: August 14, 2011 in Cerita, Renungan
Tags: , , , ,

Seorang wanita berbicara dengan kekasihnya, ”Sayang, nikah yuk?”
Kekasihnya menjawab, ”Nanti dulu ya neng, ntar abang nggak bisa membahagiakan kamu.” Dalam hati kekasihnya berkata, kalau aku menikah pasti aku nggak akan bebas lagi. Sang wanita pun hanya bisa pasrah.

Di lain tempat ada seorang muslimah sedang ber-FB an ria dengan seseorang yang dia sebut ikhwan. Muslimah itu pun mengirimkan pesan, ”Kapan antum ke rumah ana, akh? kita tidak akan seperti ini terus kan akh?”
Ikhwan itu pun membalas, ”Sabar yaa ukhti, ana pasti akan datang ke rumah anti, hanya ana ingin agar anti mau menanti ana sampai selesai kuliah lalu bekerja. Bila ini memang cinta, sungguh anti pasti sanggup menanti ana.”
Si ikhwan dalam hati berkata, kalau aku lulus kuliah itu 4 tahun lagi, terus nanti cari kerja kira-kira 2 tahun. Bisa nggak ya?
Muslimah itu pun meski ragu tapi tetap menerima dengan dalih karena cinta.

***

Berapa banyak laki-laki atau wanita yang beralasan seperti di atas, berapa banyak muslim atau muslimah yang tidak jelas alasannya. Diajak menikah alasannya banyak dan berubah-ubah, dari yang belum cocok jadi meng-halalkan pacaran dengan dalih ingin mencari yang cocok. Atau menanti tanpa batas waktu dengan dalih ta’aruf, padahal tak ada bedanya dengan mereka yang pacaran.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kalau memang belum sanggup untuk mengikat seseorang dalam sebuah hubungan halal yakni Pernikahan, tak perlulah kamu rela dikerubuti syetan yang akan membawamu pada perzinaan.

Hilangkan pikiran untuk pacaran yang akhirnya hanya akan membuatmu terpuruk pada kesemuan cinta. Awalnya memang meyakinkan akhirnya menyesakkan, hanya karena alasan ketidak cocokan atau karena dia bukan orang yang tepat buat mendampingimu. Sampai kapan hal itu akan menjadi alasan untuk meng-halalkan pacaran?

Pupuskan dahulu untuk berta’aruf, agar tidak adanya seseorang yang menantimu sepanjang waktu sedangkan kamu tidak tahu sampai kapan bisa mewujudkannya. Jangan membuat dalih-dalih untuk membuatnya menunggu atas nama cinta, padahal kamu tidak siap untuk melamarnya. Semua ini hanya akan menambah kegalauan dan kekecewaan bahkan menghancurkan hidup orang lain.

Apabila memang kamu sudah siap, segera halalkan lah hubunganmu, namun bila kamu belum siap untuk menikah, maka jagalah hatimu dahulu. Jangan kamu umbar janjimu padahal kamu tahu kamu belum mampu menepatinya.

Pikirkanlah lagi bila kamu ingin menerima ta’arufan dari laki-laki, padahal kamu tahu bila kamu harus menanti ketidakpastian. Iya kalau memang penantianmu ada hasilnya, kalau tidak? kamu hanya akan membuang waktu. Apabila dia ingin serius denganmu, dia tidak akan membiarkanmu dalam ketidakpastian.

Di suatu rumah, seorang wanita sedang bercengkrama dengan seorang laki-laki. Tak lain dia adalah suaminya yang sudah di nikahinya selama 20 tahun.
Suaminya bertanya,”Kenapa kamu memilihku untuk menikahimu? padahal kita tidak lama berjumpa. Semudah itu kah kau jatuh cinta padaku?”
Wanita itu pun tersenyum manja seraya menjawab,”Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memilihmu untuk ku cintai.”
Sungguh cinta yang hakiki datangnya dari sebuah Pernikahan, bukan hanya dengan janji semata.

Wallahu a’lam bish shawwab.

*Taken from a friend’s email

Comments
  1. adepran says:

    wess…. budhal budhal… ndang nikah mas hehehe

  2. mahmudah2690 says:

    Emang’y mas arif ngerti bgmn itu proses ta’aruf……??

  3. Hahaha… iyo iki arep budhal, tp nunggu angkot sing cocok gk lewat-lewat…😀

  4. Proses Ta’aruf.. Okey, ntar kapan-kapan aku coba tulis tentang proses ta’aruf yg benar, ada kalanya proses ta’aruf skrg sudah disalah artikan…
    Coming Soon.-

  5. Alfiyan says:

    Bener banget nih, Man… Aku yo pernah hampir sok ta’aruf deket2 sama seorang gadis… tapi karena belum siap, akhirnya aku hentikan… semoga keputusan itu aku ambil karena Allah…🙂

    Sampeyan piye? Lek wes siap yo wes ndang, ga usah kakean mikir, hehehe….

  6. Amin3x.. semuanya nanti akan indah pada waktunya, yan…😀
    Hahaha, kalau aku… aku yo bingung kadang opo yo sing ta pikirno.. hehe, cuman belum berani saja datang ke camer2… lho3x..😀, dan nggak siap kalau nanti misalkan ditolak…😀

  7. f2hi says:

    keren cak,,,
    setuju banget rek,,,
    izin share yo,,,

  8. Silahkan, semoga semakin bermanfaat untuk yang lain..

  9. vivi says:

    hai..aku Vivi.aku 37 tahun,janda beranak 1.aku pengusaha.yaa…walaupun belum jadi
    milyuner,banyak orang bilang aku janda kaya.aku mencari seorang pria baik2 untuk dijadikan
    suami.apapun keadaannya aku terima dengan ikhlas,asalkan dia setia,mencintai aku dan menyayangi
    anaku.bila ada pria yang serius,hubungi aku di nomor hape 089606567271.dan tanda dari orang yang
    serius adalah langsung menelepon,tidak smsan kaya anak muda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s