Jalan-jalan ke Bandung

Posted: August 17, 2011 in Cerita
Tags: , , , , ,

Ternyata seru juga menjadi Backpacker. Jalan-jalan ke Bandung adalah pengalaman pertama kalinya aku menjadi Backpacker dengan bepergian sendiri (*ya beginilah nasib perjaka rantau kemana-mana selalu sendiri -_-“) dengan tujuan yang tak jelas kemana seperti orangnya (baca: aku).

Ada banyak sekali cerita seru yang aku dapatkan selama jalan-jalan ke sana, mulai dari cerita yang bikin ketawa sampai cerita bikin orang kesel, cerita mulai pingin nginjek kakinya orang eh malah kena injek duluan, dan cerita mau sok-sok’an pakai bahasa Sunda eh malah bingung sendiri diajak ngomong bahasa Sunda (padahal kemampuan bahasa Sunda-ku gk jauh-jauh dari aya’ naon, kumaha’, damang, ini teh susu… aa’ mau susunya teh… lho3x, maunya :p)
MySpace

Pesan 1st : Jangan sekali-sekali mengajak ngobrol orang Bandung pakai bahasa Sunda jika kita belum bisa berbahasa Sunda. Mereka ngomong bahasa Sunda, kita hanya bisa.. hah.. heh.. hah.. heh.. kaya’ orang blo’on, maksud hati mungkin ingin beli sesuatu menawar pakai bahasa Sunda supaya dapat barang lebih murah (*persepsi kebanyakan orang) eh tapi malah yang didapat kita jadi semakin bingung.

Sebenarnya kalau pingin bepergian ke Bandung dari Jakarta gak mahal-mahal amat, cukup bawa Rp 60.000.- udah sampai sana (tapi habis itu gak bisa kembali lagi… hihihi), tapi ini lain lagi kalau mau bawa sepeda motor sendiri atau berpergian dengan kendaraan pribadi sendiri lainnya. Ada juga cara yang nggak pakai bayar sama sekali, tapi hanya perlu keberanian, nggandol truk misalkan, atau pura-pura jadi pedagang asongan di kereta api ekonomi atau lebih nekat lagi naik ke atas atap kereta juga bisa… hehehe, tapi dua cara yang terakhir ini not recommended lho, aku tidak mau bertanggung jawab kalau nanti di televisi atau koran muncul berita ada anak muda jatuh dari truk atau tergenjet di gerbong kereta api ingin bepergian ke Bandung karena setelah mengikuti saran dari sebuah blog apalagi lebih-lebih bawa nama blogku.

MySpace

***

Kisah seru berawal dari ketika berangkat menuju Bandung aku memakai kereta ekonomi “Serayu”, sampai-sampai aku tidak bisa membedakan ini di dalam kereta api atau di dalam (maaf) kandang yang penuh sesak. Mungkin beda-beda tipis dengan acara konsernya Justin Bieber kali ya, kalau di sini penuh sesaknya berdempet-dempetan dengan mak-mak, kakek-nenek, bapak-ibu yang kebanyakan memakai “parfum” minyak angin dan pingin sekali menghindar berharap cepet-cepet sampai tujuan. Sedangkan kalau di konsernya Justin Bieber kita berdesak-desakan dengan para ABG yang cantik-cantik, bening-bening dan memakai parfum yang wangi-wangi serta berharap untuk selalu didempet dengan pasrah dan berdoa supaya acaranya tidak cepat-cepat selesai… hehehe (*kaya’ pernah ikutan lihat konsernya Justin Bieber saja)

Pesan 2nd: Kalau mau bepergian selalu-lah berada duduk di dekatnya cewek cantik biar hati selalu tenang dan nyaman bahkan kamu akan terkena bau wangi parfumnya meskipun kamu belum mandi dan bau apek..😀, tapi kalau kamu berdekatan dengan mbah-mbah, bapak-bapak atau ibu-ibu kamu akan terkena baunya minyak angin dan jika kamu tak tahan baunya akan membuat kamu menjadi tidak nyaman… hehe
MySpace

Kembali ke topik, sebenarnya aku tidak ada rencana untuk naik kereta ekonomi “Serayu” ini, cuman karena hanya satu-satunya kereta ini yang bisa mengantarkan aku langsung menuju Kiara Condong (Bandung) akhirnya aku naiki saja… *ngeles. Kalau tidak salah harga tiketnya sekitar 20-30 ribu, cukup tidak sepadan dengan fasilitasnya. Kebetulan karena aku belinya agak mepet dengan jadwal keberangkatan otomatis aku dapat tiket “bebas tempat” duduk, yang artinya bisa duduk dimana saja selain di kursi (alias tiket berdiri), di WC bisa, di antar gerbong bisa, bahkan sampai di atap kereta sekalipun kalau mau juga bisa, sayangnya duduk di pangkuan cewek nggak boleh… -_-” . Alhasil aku harus berdiri sampai sekitar 3-4 jam (mulai dari jam 8 malam sampai jam 12 dini hari), saking lamanya berdiri sampai-sampai aku mati gaya harus berdiri dengan gaya seperti apa lagi, kalah dengan lamanya tentara yang harus berdiri terus waktu upacara.

Penderitaanku berlanjut ketika sampai di stasiun Kiara Condong, karena kereta datang pas dini hari saudaraku tidak bisa menjemput dan akhirnya aku terpaksa harus tidur di stasiun untuk pertama kalinya.

Tapi bagiku kereta ekonomi itu mirip seperti toserba (toko serba ada) di atas rel, semuanya ada mulai dari ada yang jualan peniti, potongan kuku sampai jualan boneka-bonekaan, mulai dari yang ada jago puisi sampai jago nyanyi dangdut (alias pengamen), mulai dari profesi karyawan swasta (baca: aku) sampai tukang pijet, mulai dari ada yang bawa beras sekarung sampai bawa ayam hidup. Dengan beginilah aku sangat-sangat mengetahui bagaimana ‘orang cilik’ bertahan dan bisa survive dengan kehidupan mereka, dan seharusnya pemerintah harus lebih berpihak dengan kegiatan-kegiatan ekonomi ‘orang cilik’ bukan dengan malah membuat mall-mall besar yang mematikan ekonomi rakyat kecil.

Meskipun begitu ada beberapa hal yang membuatku suka dengan naik kereta ekonomi adalah penumpangnya, penumpang di kereta api ekonomi itu berbeda dengan penumpang yang ada di kereta api sekelas bisnis ataupun penumpang sejenis pesawat. Penumpang di sini lebih suka berinteraksi, ramah, dan suka bercanda yang berbeda dengan penumpang sekelas “orang kaya” yang sangat sok jaim, yang kecenderungan selalu dalam pikirannya “emang loe siapa”, “emang gue pikirin”.

***

Mengingat masih terlalu panjang dan lebarnya tulisan kisah perjalananku di Bandung, untuk kelanjutan cerita serunya kalian bisa lihat dan klik di Jalan-jalan ke Bandung (Part II). Karena biasanya kalau terlalu panjang aku merasa kasihan kepada ibu-ibu dan kalau terlalu lebar aku juga jadi kasihan sama bapak-bapaknya, sama-sama tidak merasa enak (hanya orang-orang berusia 17+ yang paham dengan kalimatku yang terakhir). Kalau bapak-bapak sukanya cerita yang singset-singset (singkat) dan ibu-ibu sukanya sama cerita yang memiliki berbobot gede-gede (banyak makna)… hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s