Mandi Bareng di Green Canyon

Posted: October 16, 2012 in Cerita
Tags: ,

Keindahan dan pesona alam di negeri kita, Indonesia, memang luar biasa, nggak jarang kalau ada yg mengibaratkan indahnya negeri kita seindah pesona tubuh wanita yang nggak bosan-bosan untuk dinikmati… *eh maaf salah menganalogikan, bisa-bisa blogku ntar jadi blog tempat cerita porno kalau diteruskan… maksudnya tadi seindah dan semenarik keanekaragaman alamnya, jadinya kita nggak akan pernah bosan meskipun menikmatinya atau pergi ke sana berulang-ulang kali.

Tempo hari kita (baca: aku dan rekan-rekan kantor) berinisiatif melaksanakan perjalanan yg benar-benar unforgettable dan unpredictable menuju pesona Green Canyon, Gulf – Mexico Pangandaran – Jawa Barat, Indonesia :). Ternyata untuk sampai ke tempat wisata tersebut kita harus melalui banyak godaan sebanyak godaannya bonus 100xlipat KartuAS (*bukan promo lho), perlu usaha keras sekeras usahanya para kontestan Master Chief, dan kesabaran tingkat tinggi setinggi menara Karinnya Dragon Ball, #enelan… #cyus… (nggak pake #miapah) hanya demi melihat indahnya Green Canyon. Sebenarnya perjalanan kita so romantic karena suasana pada waktu itu kita berangkat sehabis hujan (dingin dan basah), akan tetapi suasana menjadi berubah seketika kita memasuki bus, perjalanan kita mendadak so crowded dan bikin mati gaya.. :). Oleh karena ini juga (mungkin) akhirnya ada salah satu rekan kita ada yang sudah nggak kuat dan menyelesaikan perjuangannya a.k.a berhenti di tengah jalan (padahal baru 1KM dari starting point.. :), terlihat khan betapa beratnya ujian untuk ke sana). Untungnya kita semua dapat tempat dan bisa duduk, meskipun duduk satu orang bisa overlap jatah kursi 😀 (memakan jatah tempat duduk teman sebelah, berdesakan maksudnya)

Kita berangkat menuju ke Green Canyon (GC) pada Jumat malam sekitar 21.30WIB, dan starting point dari kantor (Gatsu – Jaksel), itulah mengapa pada hari itu aku juga harus membawa barang bawaan ke kantor lebih banyak dan berat dari hari-hari kerja seperti biasanya. Yg biasanya kerja bawa laptop, eh aku malah bawa odol, sabun, daleman full set (#lho emang peralatan dapur apa pake full set segala) dan mungkin saja waktu itu aku lebih mirip kayak orang yg sedang mau minggat jauh bukan mau kerja. Maklum sehabis kerja, rencana kita langsung capcus ke GC.

Perjalanan menuju ke GC ternyata lama juga bo’… membutuhkan waktu mungkin sekitar 11 menit jam dg bus, lebih lama dari yg kita perkirakan, ntah karena pada dasarnya kita-kita yang pada beser, sekali-kali berhenti kalau ada pom bensin eh bukan untuk ngisi bensin, malah ngisi toilet (setor ini-itu di WC). Kayaknya Pom Bensin sekarang sudah beralih fungsi dari pengisian bahan bakar menjadi tempat penampungan hajat… 🙂 aku pikir sebenarnya ini bisa jadi second business-nya Pertamina lho.

Setiba di Lokasi…

Back to topic, akhirnya setelah selesai berkunjung-kunjung ke Pom Bensin (nggak penting sebenarnya), sekitar pkl 08.30 WIB Sabtu pagi, kita sampai sudah di GC, dan pastinya sebelum mulai bersenang-senang kita sarapan pagi dulu di rumah makan di sekitar sana. Nasi uduk lumayan juga sudah bisa memenuhi perut kita pagi itu.

Setelah sarapan, saatnya kita akan bersiap-siap untuk the action. Oh ya, karena tema kita hari itu adalah bersahabat dengan air (baca: basah-basahan), jadi kita harus ganti baju dulu yang sesuai dengan tema kita hari itu, pakai aja kaos/T-Shirt dan celana pendek, ndak usah pakai bikini segala, ini gitu bukan pantai atau kolam renang, ntar bikin kamu saltum dan bisa-bisa buat salting diri kamu sendiri dan orang lain yg ngelihat, karena nanti orang yang ngeliat bingung harus melihat ‘pemandangan alam’ yang mana, di sungai koq ada gunung berendem pikirnya… 🙂

Berangkat Mandi…

Untuk mencapai lokasi kita harus menempuh lagi perjalanan sekitar 5-10 menit menggunakan perahu boat. Sekedar informasi untuk tarif naik perahu tersebut kalau tidak salah dan lupa sekitar Rp80.000/tiket perahu, dan per perahu kita nggak bisa naik sesukanya berombongan langsung banyak, per perahu hanya dibatasi hingga 6 orang saja, #miapah..? katanya sih ini untuk septi (kata orang sana untuk bilang ‘safety‘.. :p). Jadi kalau bepergian ke GC, usahakan biar rombongan jadi genap kelipatan 6 orang. Oh ya jangan lupa untuk menghafalkan nama perahu yang kita naiki, karena perahu yang kita naiki juga akan membawa kita pulang lagi nantinya, kebetulan nama perahu kita mudah diingat, nama perahu kita waktu itu “ojo lali” atau dalam bahasa Indonesia “Jangan lupa”… 🙂

  

Pertama waktu kita naik perahu sebenarnya pemandangan sekitar yang disajikan tidak begitu menjanjikan, sempat bertanya juga sih awalnya dalam hati eh benar nggak sih ini GC seperti yg ada di foto-foto internet itu?, karena waktu berangkat pemandangannya mirip seperti sungai-sungai biasa, malah bagusan kali Porong-nya Sidoarjo… #enelan #cyus (nggak pake #miapah). Tapi setelah melalui sungai beberapa saat kemudian, pemandangan mulai berubah dan menjadi lebih menarik, lagi-lagi bukan karena ada pemandangan cewek lagi mandi atau cewek pakai bikini, tapi memang pemandangan alamnya yang indah, ada tebing-tebing menjulang tinggi dipenuhi hijaunya pohon dan tanaman.

  

Setelah hampir 10 menit menikmati pemandangan sungai, kita akhirnya tiba di lokasi juga, dan tidak pakai lama kita langsung terjun mandi di sungai GC yang sangat jernih. Oh ya, untuk foto-foto kita nggak perlu repot motret sana motret sini sendiri, karena ada bapak yang mengantarkan kita di perahu tadi akan membantu kita mengambilkan gambar dan tanpa khawatir kamera kita basah, jadi yang suka narsis bisa narsis sepuas-puasnya… kalau aku sih aslinya gk suka narsis2an… tapi karena tukang fotonya aj yang pingin foto aku ya gimana lagi, kalau nggak aku kasih ntar dikira sombong nggak mau difoto… ya serba repot tampang artis sih… :p

   
 
 

Oh ya kalau ada yang mau lihat kita mandi dan loncat indah di Green Canyon ada videonya juga tuh di sini, kalau ini bisa kalian download dan sebarluaskan videonya, aku jamin nggak ada yg akan dipenjara kalau mau menyebarkan video ini (emangnya video bokep apa.. :p). Di video ini, teman-teman akan melihat aku melakukan loncat gagal indah untuk pertama kalinya setinggi +/- 7 meter, ya maklum biasanya aku loncat dari tempat paling tinggi dari atas kasur.. 🙂

Sebenarnya masih banyak yang ingin aku bagikan cerita selama perjalanan kita ke Pangandaran, karena waktu itu kita tidak hanya berkunjung ke satu lokasi saja, melainkan juga berkunjung beberapa lokasi seperti ke Batu Hiu, Batu Karas, dan tempat Konservasi Penyu (atau kata orang sana bilang sih ‘Konserpasi Penyu’, #enelan… #cyus coba lihat gambar di bawah ini).

Next time aku akan coba kupas lagi liburan kita di Pangandaran… See you…

NB: Judul di atas bukan maksud menipu, tapi memang kita waktu itu mandi bareng, tuh buktinya foto di atas, tapi kalau sebelumnya ada yang menerjemahkan dalam arti lain (baca: porno) ya monggo segera tobat, pikirannya koq kotor terus… :p. Syarat dan ketentuan kan berlaku.

Meskipun sudah lama tinggal di Jakarta, tapi baru kali ini aku benar-benar merasakan maha dashyat macetnya jalanan di Ibukota. Karena memang sebelumnya aku bekerja di tempat yang dekat dengan kontrakan, tapi kali ini tempat kerja yang baru jauhnya minta ampun, Depok-Jakarta. Macetnya jalanan di Ibukota itu ya… sesuatu banget pokoknya.

Ada yang pernah nonton konsernya Justin Bieber (JB) nggak? atau paling nggak, pernah nonton konsernya Super Junior (Suju), atau SNSD? Nah macetnya jalanan di Jakarta kurang lebih kondisinya mirip dengan konser-konser tersebut. Penuh, berdesak-desakan dengan ratusan bahkan mungkin ribuan manusia lainnya cuy, hanya saja kita berdesakan bukan dengan sesama manusia tetapi sesama kendaraan, dan juga yang dilihat bukan artist lagi cuy, melainkan lampu lalu lintas, motor, mobil, polisi, bus, kopaja, transjakarta yang penuh asap polusi tapi kalau beruntung kita juga bisa lihat cewek cantik pakai rok mini… O.o #lho.

 

Malahan kamu juga bisa ketemu sama artis waktu berada di jalanan, di pinggir-pinggir jalan atau di jembatan-jembatan penyeberangan gitu. Aku biasanya lihat dan paling sering ketemu dari dekat itu sama Afgan kalau pas aku berada di belakang-belakang bus. Koq bisa ya ketemu Afgan di belakang bus segala? iya.. kalau beruntung, kamu cari saja bus yang cat-nya dominan warna hijau, terus kamu lihat di belakangnya, pasti ada fotonya Afgan sambil bawa obat P*nadol.. 😀 (kalau sempat ntar aku upload juga deh foto iklannya, sementara ini saja contohnya)

EMOSI TINGKAT TINGGI

Seperti yang aku bilang sebelumnya, berada di jalanan Jakarta yang macet itu seakan-akan kamu dibawa berada di tengah-tengah konsernya Justin Bieber (JB), yang penuh sesak dengan para penonton. Hanya saja bedanya… mungkin kalau kamu nonton konsernya JB kamu bisa disenggol penonton lainnya, dan kamu berharap untuk terus disenggol pasrah dan senang (bagi para cowok lho, khan kebanyakan fans-nya cewek.. :D). Dalam hati kamu akan bilang “Ndak apa-apa mbak kalau disenggol terus mah saya mau, atau perlu saya yang nyenggol..” *pasang muka kosong sambil ilernya netes-netes*

Hal ini berbeda kalau berada di jalanan kota Jakarta, kamu akan berdesakan dengan para pengendara motor dan pengendara mobil lainnya, dan kamu selalu berharap agar tidak disenggol maupun kena senggol satu sama lain. Kebanyakan (menurut survey-ku) kalau ada orang yang kena senggol dia akan marah serta mengumpat.

Ada yang tipe mengumpatnya mengabsen seluruh hewan yg ada di kebung binatang, ya mungkin saja dia lagi kerja di sana, seperti ini bunyinya “Hey loe… %$#%$, anjing, babi, sapi, kuda, gajah, jerapah, bunglon, walang kekek, marmut, semut yang imut-imut… “

Sini loe turun kampr*t… Hee!! mata loe, loe taruh mana…”.

Orang yang ngumpatnya seperti ini mungkin menurutku bego’ amat, padahal jelas-jelas mata manusia itu letaknya… ya ada di kaki… hehehe, mata kaki maksudnya, kalau mata beneran ya di kepala atuh letaknya. Sehingga kondisi-kondisi yang nggak perlu seperti inilah yang menambah kemacetan semakin menjadi-jadi.

***

UNPREDICTABLE

Kalau aku mengibaratkan, di Jakarta, melakukan perjalanan dengan menebak kapan, berapa lama bisa tiba di tempat tujuan itu sama seperti menebak hatinya seorang wanita, sulit ditebak cuy. Baiknya, perhatiannya wanita kepada kita itu belum tentu lho dia itu suka sama kita, atau sebaliknya bisa jadi wanita yang biasanya membenci kita itu akhirnya ternyata suka sama kita. Makanya hati-hati kalau menembak/melamar cewek… hati cewek nggak bisa ditebak, tapi berani dulu mencoba ngelamar cewek itu keren cuy… percaya deh… 😀 *<– kayak udah pernah ngelamar cewek aj.

Balik ke jalanan Ibukota.

Jarak jalanan di Jakarta tidak bisa diperkirakan dengan waktu berapa lama bisa sampai di tempat tujuan. Bisa jadi yang jaraknya 2 Km harus ditempuh 1 Jam, atau bisa jadi 5 Km ditempuh dalam 30 menit saja. Dalam arti lain, jalanan yang jaraknya dekat bisa saja membutuhkan waktu yang lama, atau bisa juga sebaliknya jalanan yang jaraknya jauh waktu yang dibutuhkan sebentar. Itulah mengapa orang kalau naik taksi pasti ditanya “Lewat mana pak/bu?”, bilang saja “Lewat jalan yang paling lancar saja pak”, padahal kita tahu nggak ada jalanan di Jakarta yang lancar kecuali waktu libur lebaran.

***

EMANG GUE PIKIRIN

Kalau ada yang belum pernah pergi di jalanan kota Jakarta, yang harus kalian perhatikan adalah petunjuk dan rambu-rambu yang ada di jalanan. Jalanan Jakarta terutama di jalanan kota besar itu dibedakan menjadi dua, ada jalur kendaraan Transjakarta (busway) dan ada jalur selain busway (kendaraan pribadi dan angkutan massal lainnya). Biasanya jalur busway itu letaknya ada di tengah-tengah dan ada pembatasnya. Jadi kalau kamu naik kendaraan pribadi terus masuk di jalur busway itu namanya melanggar dan kalau ketemu sama polisi, pasti polisinya bilang “Selamat pagi, bisa lihat surat-suratnya…” alias akan ditilang.

Nah tapi kalau kondisinya di pagi hari, terutama pas di hari kerja hal-hal ini bisa dilanggar oleh semua orang, baik oleh pengendara motor, mobil dan angkutan massal lainnya sekalipun. Seketika waktu itu bagi pengendara, semua jalanan adalah miliknya, semuanya bisa dilanggar, dalam hati “emang gue pikirin, yang penting gue bisa sampai di tempat kerja tepat waktu..!!” seperti contoh yang ada di gambar di samping.

Tidak hanya jalur di jalanan, terkadang (bahkan sering) di beberapa tempat, lampu lalu lintas tidak lagi berfungsi sebagaimana kodratnya, dia berfungsi hanya sebagai lampu hiasan jalan yang sekedar menyala. Banyaknya volume kendaraan yang ada di jalanan menjadi interval waktu yang diberikan oleh nyala lampu lalu lintas tidak lagi sesuai. Pernah karena kondisi seperti ini, kendaraan-kendaraan di jalan menjadi stuck atau mati langkah, maju tidak bisa mundur juga tidak bisa, apalagi pakai acara mengangkat sepeda motor segala… pasti nggak bisalah coy. Kalau kondisi seperti ini sudah terjadi, yang kamu persiapkan adalah tikar, jadi bisa tidur-tidur dulu bahkan ngopi-ngopi di warung terdekat sambil nunggu jalanan lancar… *ngacoo…

***

Nah bagiku itu pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan selama berkendara di jalanan ibukota yang tidak pernah tidur. Semoga permasalah utama kota Jakarta ini bisa segera diselesaikan, dan semoga siapapun yang menjadi Gubernur DKI Jakarta yang baru nanti bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan menjadi lebih baik.

Kapan-kapan akan aku sharing bagaimana tips menghadapi jalanan kota Jakarta yang macet, keep stay tune ya…

Truly Memorable

Posted: May 23, 2012 in Cerita
Tags: ,

Desember 2009 – May 2012

2.5 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mengenal keluarga besar PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI) khususnya keluarga Audio Business Unit, karena dalam waktu itu banyak sekali kenangan-kenangan yang sudah terlanjur lahir.

Suka-duka, senang-sedih semua sudah tercampur menjadi satu dalam rasa, yaitu rasa kekeluargaan. Terkadang saya merasa dan menganggap bahwa rekan-rekan kerja saya di PT PMI-lah yang bisa menjadi keluarga keduaku saat merasa jauh dari orang tua dan sanak family. Keluarga yang bisa menghibur dan memberikan saya nasehat, bertukar pikiran, serta tentunya keluarga yang bisa membentuk pribadi diri saya menjadi yang lebih baik dan bisa menjadi besar seperti sekarang ini. Perjalanan saya di PT PMI bersama rekan-rekan sekerja akan tetap menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan dan akan tetap menjadi bagian dalam cerita hidup saya.

Terima kasih kepada rekan-rekan Engineering Audio Business Unit, yang sudah menjadi keluarga terhebat, keluarga yang tidak hanya mengajarkan kepada saya masalah keteknikan saja tetapi juga mengajarkan kepada saya tentang bagaimana menjadi seorang leader, terutama leader bagi diri sendiri. Di Engineering beruntung sekali saya bisa bertemu dengan ‘guru-guru’ terbaik yang selalu memberikan inspirasi dan motivasi. Terima kasih sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bisa bergabung dalam incharge model baru, VE activity dan lain sebagainya.

Mohon maaaf harus meninggalkan rekan-rekan sekalian ketika dalam kondisi yang sangat sibuk seperti ini dan akhirnya menambah beban pekerjaan rekan-rekan sekalian.

Terima kasih juga kepada seluruh rekan-rekan di PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan khususnya rekan-rekan di Audio Business Unit yang sudah menjadi rekan-rekan kerja yang ramah dan begitu profesional.

Mohon maaf jika selama ini saya bergaul, bekerja sama baik dalam perkataan maupun tingkah laku yang kurang begitu berkenan, Insya Alloh sampai detik terakhir di PT PMI saya akan mencoba untuk terus bisa memberikan yang terbaik.

“Ketika tiba saat perpisahan janganlah kita berduka, sebab apa yang paling kita kasihi darinya, mungkin akan tampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan” -Kahlil Gibran-

Aku dalam Do’aku

Posted: February 26, 2012 in Renungan
Tags: , , ,


Ya Alloh, Ya Dzaljalaliwal Ihrom

Ya Alloh, Wahai Tuhanku, Tuhan pemilik seluruh apa-apa yang ada di langit dan bumi
Tuhan pemilik alam semesta
Ya Alloh, mudahkan aku dalam mencari rezekiMu
Karuniakanlah dan cukupkanlah kepadaku rezeki yang halal, dan yang barokah di sisiMu
Dan pilihkanlah aku dengan pekerjaan-pekerjaan yang baik bagiku
Jadikan aku menjadi pribadi yang dapat “kerjo mempeng,tirakat banter”
Jadikan aku selalu ada dalam kesederhanaan/tidak isrof dengan segala limpahan rezekiMu
Dan selalu bersyukur terhadap setiap rezeki yang Engkau berikan kepadaku

Apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah,
apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah,
apabila sukar mudahkanlah,
apabila haram sucikanlah,
apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaranMu
datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh


Ya Alloh Ya Rahman Ya Rakhim…
Ya Dzaljalahliwal ihrom…

“Allahummaghfirli Wali-wali dayya Warkhamhumah Kama Robbayani Shoghiroh”

Wahai dzat yang melindungi hamba-hambanya.
Lindungilah keluargaku Ya Alloh dari segala marabahaya
Lindungilah kedua orang tuaku dengan sebaik-baiknya,
Jagalah mereka, senangkan hati mereka, dan mudahkan segala urusan mereka Ya Alloh
Lindungilah, jagalah, dan senangkanlah hati mereka
sebagaimana mereka telah melindungiku, dan menjagaku
serta menyenangkan hatiku di kala masa kecilku.

Dan untukku dan untuk adik-adikku,
berikanlah kami juga perlindunganmu,
Jadikanlah kami menjadi anak yang alim, faham, dan faqih dalam urusan agama
Jadikanlah kami menjadi anak yang senantiasa berakhlaqul karimah
Jadikanlah kami menjadi anak yang mandiri
dan mudahkan urusan-urusan kami dalam menggapai cita-cita kami,
dan mewujudkan harapan-harapan kami menjadi orang yang sukses
baik dalam urusan dunia dan akhirat.

Buatlah masa depan kami menjadi masa depan yang cerah,
menjadi anak-anak yang tetap berbakti kepada orang tua kami,
menjadi anak-anak yang berguna untuk mereka, dan agamaMu
dan dapat menyenangkan serta membuat senyum hati kedua orang tua kami.

“Robbana Latuji’ Qulubana, Ba’dait Hadaitana, Wa Hab Lana Mil Ladunka Rohmah, Innaka Antal Wahhab”

Ya Alloh, Ya dzaljala liwal ihrom…
Wahai dzat yang membolak-balikkan hati
Tetapkanlah hati kami dalam keimananmu,
dan tambahkanlah selalu kami akan kepahaman AgamaMu,
tumbuhkan semangat perjuangan Quran Hadist dalam diri kami
Senantiasa bimbinglah kami tetap dalam jalanMu,
Agar kami dapat menjadi keluarga yang utuh dalam dunia-akhirat
Bersama-sama bisa masuk surga dan selamat dari nerakaMu Ya Alloh…

“Rabbana Dholamna Angfusana Waillam Taghfirlana Warkhamna Lanakunanna Minal Khosirin”

Ya Alloh Ya Rahman Ya Rakhim…
Ya Robb, Ampunilah dosa-dosa kami,
Memang kami adalah tempatnya segala salah dan khilaf
Ampunilah dosa-dosa yang telah kami perbuat,
baik yang telah kami lakukan dalam kesengajaan maupun tidak
Hanya kepadaMu lah kami memohon ampunanMu
dan memohon taubat atas segala kesalahan serta dosa-dosa yang kami perbuat.


Ya Alloh Ya Rahman Ya Rakhim…
Ya Dzaljalahliwal ihrom…

“Rabbana min azwajina, wadurriyatina qurrota ‘ayun, waj’alna lilmuttaqina imamah”

Dengan seiring semakin bertambahnya usiaku dengan kesendirian
Dan ingin semakin menjaganya diriku agar tidak menjuruskanku dari segala perbuatan yang menuju ke arah kemaksiatan, kemungkaran dan lebih-lebih pada perbuatan haq
Dan keinginanku untuk menyempurnakan keimananku

Ya Alloh… maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Karuniakan aku istri yang sholehah dan sebaik-baiknya istri.
karena sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri yang sholehah
dan sebaik-baiknya istri adalah istri yang paling pintar menyenangkan hati suaminya
Seorang istri yang jika dilihat menyenangkan
bila dipandang menyejukkan dan
menentramkan bila berada didekatnya
Ketika diperintah ia patuh,
Ketika ditinggalkan ia dapat menjaga harta dan dirinya
Dan ketika salah ia mau diingatkan dan bisa saling mengingatkan
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai

Seandainya Engkau telah mencatatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup bersamaku,
maka satukanlah hatinya dengan hatiku
Berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu,
istri yang aku lamar dan nikahi
dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat

Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku,
seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu,
seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau,
dan seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Wajah yang cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting bagiku,
yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya.

Dan kelak… karuniakanlah kepada kami juga keturunan-keturunan yang soleh/sholehah
Serta jadikan kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah
Dan menjadi keluarga yang utuh di dunia-akhirat

Tetapi ya Alloh, jika seandainya telah Engkau takdirkan dia bukanlah milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan gantilah dia dengan pilihan terbaik yang telah Engkau kehendaki

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hamba-hambaMu

“Robbana Atina Fiddunnya Khasanah, Wafil Akhiroti Khasanah, Waqina Adzabannar.”

Amin Ya Rabbal ‘Alamin.-

Di tulisanku kali ini, aku ingin mengajak teman-teman semua (khususnya untuk anak muda jaman sekarang, aku sih mah anak muda jaman dulu.. :D) untuk bisa sedikit merenung, pernahkah teman-teman sekali-kali merenungkan betapa beratnya ‘perjuangan’ dan kerja kerasnya Bapak-Ibu demi kebahagiaan teman-teman.

Miris sekali melihat anak-anak muda jaman sekarang, karena tidak sedikit dari mereka yang ketika permintaannya tidak dikabulkan (mis. pingin beli HP keluaran baru, pingin Gadget ini-itu, pingin dibelikan motor/mobil, minta uang saku yang banyak, beli sana, beli sini, minta ini, minta itu… atau minta dikawinkan, kalau ini mah nggak apa-apa asal sudah cukup umur lho) justru marah-marah, ngambek, pingin kabur dari rumah, dan menunjukkan sikap bermusuh-musuhan dengan orang tua sendiri, mengolok-oloknya seolah mereka adalah teman yang bisa seenaknya dicemooh, dan bahkan lebih-lebih di surat kabar tidak jarang kita temui berita jika anak sampai memukul dan membunuh orang tuanya. Naudzubillah…
MySpace
Tidak hanya itu, apalagi yang masih pelajar atau mahasiswa, sikap bermalas-malasan ketika sekolah/kuliah, nggak pernah belajar, suka bolos, senang tawuran, pacaran sana-sini sampai ke arah pergaulan bebas yang tidak jelas, hamil di luar nikah, dan lain sebagainya.

Sadarkah kita semua, justru perbuatan-perbuatan seperti itulah yang akan membuat orang tua teman-teman menjadi sedih dan membuat rugi diri teman-teman sendiri..

Hanya sedikit berbagi cerita dan kisah, based on my true story.

Aku sendiri lahir sebagai anak pertama dari 4 bersaudara. Papa seorang wiraswastawan (electronic service) yang tekun dan ulet, sedangkan Mama adalah seorang ibu rumah tangga yang baik hatinya sedunia. Meski saat itu keluarga kami hidup apa adanya (bukan yang semuanya ada, apalagi hidup pas-pasan… yang pas pingin mobil ada, yang pas pingin rumah ada itu bukan.. hehehe) tetapi kami selalu bersyukur dan merasa berkecukupan. Alhamdulillah ya (sesuatu)…

Merasa sangat kasihan sekali, melihat dari seisi rumah waktu itu hanya Papa saja yang bekerja pagi-siang-sore bahkan kalau sempat malam sekalipun, berusaha mencari rezeki yang halal meskipun hanya sedikit, yang kesemuanya itu untuk mencukupi kebutuhan kami ber-enam dalam menghidupi keluarga, dan menyekolahkan kami ber-empat. Keluarga kami memang harus ‘prihatin’, karena kita juga menyadari butuh biaya untuk sekolah dan kuliah tidaklah sedikit. Bekerja sebagai wiraswasta-wan apalagi di bidang jasa, tidak selalu menjanjikan dalam kesehariannya, terkadang hari itu bisa datang banyak customer tapi suatu saat bisa juga sepi, terkadang banyak juga sih sepinya :p. Ada yang susah untuk dikerjakan dan ada juga yang mudah, terkadang banyak juga yang susahnya.

Saking sederhananya, saat itu kami hanya punya Vespa aku lupa buatan tahun berapa, yang Papa gunakan kesehariannya untuk mengantar 2 adikku ke sekolah, mengantar ibu belanja, dan juga tentunya untuk pendukung kerja Papa ketika membeli spare part electronic (1 motor untuk berempat.. ^^). Dan satu lagi sepeda motor merk china (alias mochin) yang aku gunakan untuk berangkat kuliah bareng adikku hingga 4 tahun lebih (jelek tapi masih awet sampai sekarang.. :D). Malah pernah sewaktu masih SMP, ketika teman-teman memakai sepeda motor semua kita berdua pakai sepeda pancal, berboncengan berdua pula, sepeda yang boncengannya ada di belakang (kalau berduaan sama pacar mungkin romantis sekali, tapi ini sama adik, cowok lagi.. -_-!|). Tetapi kami tak pernah malu pernah melewati itu semua dan kami tetap bersyukur Alhamdulillah ya (sesuatu)

Saking sederhananya, saat itu makan ayam goreng (fried chicken) adalah sesuatu hal yang sangat istimewa untuk kami. Terkadang demi anak-anaknya Papa dan Mama rela tidak ikutan makan (Nasi Kotak) saat sepulang dari hajatan, mereka bawa pulang kotak nasi tersebut agar kita berempat bisa makan bersama ayam goreng itu… bahkan untuk tiap satu jenis kue saja kita bagi rata berempat supaya bisa merasakan semua… :D. Oleh karenanya kalau ada nasi kotak dari hajatan, tidak pernah hinggap lama di meja makan, apalagi snack untuk camilan.

Saking sederhananya, saat itu apapun kita lakukan untuk mencukupi kebutuhan dalam keluarga. Sewaktu masih mahasiswa aku gunakan waktuku tidak hanya untuk mencari ilmu di kampus, tapi terkadang juga aku gunakan waktu luangku untuk mencari uang saku tambahan, lumayan bisa ikutan membantu orang tua. Aku pernah jadi guru ekstrakurikuler elektro di sekolah swasta Islam, pernah juga mengajar les privat di rumah-rumah, ikutan kegiatan-kegiatan PKM (semacam lomba kreativitas mahasiswa, kalau usulan kita diterima oleh Dikti biasanya… kita dapat uang yang lumayan besar untuk mewujudkan proyeknya dan biasanya juga kita dapat sisa dananya..:D). Dari aktivitas ini semua, maka sejak saat itu (mungkin semester 2-an) aku tidak pernah meminta uang sepeser pun kepada Papa untuk membiayai uang semester kuliah. Karena juga lebih-lebih mulai semester itu aku dapat beasiswa terus-menerus. Alhamdulillah ya (sesuatu). Kata siapa kuliah harus memiliki banyak uang untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri ternama, semuanya sudah aku buktikan, asal ada niat, usaha dan kerja keras Insya Alloh bisa.

Di saat teman-teman sibuk dengan HP terbarunya, kadang dalam hati hanya bisa bergumam “Kapan ya… bisa punya HP seperti itu” mau minta ke orang tua jelas tidak mungkin, apalagi untuk hanya bilang ingin punya HP seperti itu saja ke mereka malah tidak tega, ini semua hanya akan menambah beban pikiran dan membuat Papa-Mama semakin susah. Alhasil sampai SMU pun, aku tidak punya HP, baru ketika kuliah aku memiliki HP, itupun aku dapat dari tanteku yang sudah rusak dan alhasil berhasil aku perbaiki. Sejak saat itu aku punya HP tuk pertama kalinya, karena bukan model yang terbaru, HPku sekarang menjadi lebih ‘kuat’, kuat untuk menahan malunya… 😀 (karena teman-temanku sendiri prihatin ketika melihat aku punya HP yang begitu jadulnya.. :)). Tapi aku tidak pernah malu memakainya (meskipun temanku merasa malu melihatnya.. hehe) dan tetap bersyukur, yakin saja Insya Alloh aku bisa punya yang lebih bagus dengan keringatku sendiri. Itu semua tidak penting, yang terpenting aku bisa berprestasi itu sudah lebih dari cukup (semangatku dalam hati). Toh sekarang kita akhirnya punya HP sendiri-sendiri (malahan tergolong Smartphone) dan tentunya dengan keringat sendiri juga.

Memang kita bukan dari keluarga yang kaya, yang berpangkat, tetapi yang patut bisa kami banggakan meski kami hidup sederhana dengan segala keterbatasan, kami tetap bisa berprestasi. Alhamdulillah ya.. kita semua sejak dari SD, SMP, SMA dan Kuliah, kami selalu diterima dan masuk di sekolah dan perguruan tinggi negeri favorit bukan karena biaya yang besar tapi karena prestasi. Nih juga piala-piala yg pernah kita dapatkan…

Kita percaya bahwa Gusti Alloh ora sare (Alloh tidak akan tidur), atas ikhtiar, doa dan kerja keras, akhirnya roda itupun berputar dan kesabaran kita berbuah suatu berkah. Aku dan kedua adikku sekarang ini sudah mendapatkan pekerjaan dan memiliki upah sendiri-sendiri yang bisa kita gunakan untuk membantu keluarga dan adik yang paling kecil.

Pesan Papa-Mama

Nak, yg rajin belajarnya ya, biar jadi orang pinter dan sukses nantinya. Papa-Mama nggak bisa membekalimu dengan harta, mobil, dan rumah. Cari semua itu dengan bekal ilmu yg kamu miliki. Papa-Mama akan selalu mendoakan kalian agar tercapai semua cita-cita yang kalian impikan.

Hampir 10 tahun sudah bencana Lusi (lumpur Sidoarjo) terjadi dan hingga sekarang belum ada yang bisa menghentikannya. Jika Jakarta punya Taman Impian Jaya Ancol, dan Dufan sebagai tempat wisata nasional. Sejak saat itu Sidoarjo juga mempunyai tempat wisata bahkan sekelas wisata Internasional, Taman Wisata Lumpur Sidoarjo. Betapa tidak, sekarang tempat tersebut dijadikan objek wisata terutama bagi orang-orang luar kota maupun luar negeri yang heran ketika mengunjungi Sidoarjo, bahkan beritanya kehebohannya saja sendiri juga sudah sampai penjuru dunia mengalahkan Dufan dan TMII. Untuk kali ini sebenarnya aku tidak akan bercerita mengenai Lusi, karena kisah Lusi jika diceritakan tidak akan pernah berujung kemana harus berhenti termasuk kisah para korbannya yang sampai sekarang belum jelas titik akhir ganti ruginya..

MySpace

Kali ini aku ingin bercerita mengenai kisah liburanku selama lebaran di rumah nenek, yang letaknya juga tidak jauh dari titik bencana Lusi. Iya… kisah liburan lebaran kemarin, meskipun terlambat baru aku tulis sekarang tapi setidaknya kenangan liburan kemarin itu masih terasa, karena waktu itu kita sekeluarga masih bisa berkumpul secara lengkap mulai dari Papa-Mama dan ketiga adik-adikku. Hal ini berbeda halnya dengan liburan di waktu tahun baru sekarang  karena kedua adikku belum bisa pulang kampung karena masih dinas di luar Jawa.. (*eh salah ding, pulang ke kota, karena kita tinggal di kota bukan di kampung.. :D)

Jadi nggak ada salahnya dech jika aku tulis cerita itu sekarang… :D.

***

Jarak kota (rumah) dari tempat nenek di Porong sebenarnya tidak jauh, mungkin hanya sekitar 7 km atau sekitar 30 menit dari rumah, itu dulu, tapi sekarang semenjak jalan tolnya ‘ditelan’ oleh bencana lumpur maka pemakaian jalan satu-satunya harus dibagi berdua dan itu membuat perjalanan menjadi semakin lama. Dan di sepanjang jalanan Porong itu, jika ada yang belum tahu, ada bangunan dari beton menjulang tinggi, setinggi rumah tingkat dua bahkan lebih, nah bangunan sepanjang itu adalah tanggul yang sudah dibuat permanen untuk menahan lautan lumpur dan mengarahkan lumpur ke kali Porong. Beruntung rumah nenek tidak tertelan lumpur Sidoarjo karena memang letaknya masih ada di seberang Kali Porong, tapi setidaknya imbas dari bencana ini juga menimpa kita semua yang ada di daerah dekat situ.

Jika di rumah nenek masih bisa dikatakan pulang kampung bukan pulang ke kota, karena mengingat rumah nenek yang ada di daerah pedesaan… hehehe.  Nah cerita seru dan uniknya ada di sini, karena mengingat kita yang sudah terbiasa tinggal di kota harus bisa menyesuaikan untuk tinggal sehari semalam di desa.
MySpace

Seru dan Unik #1
Yang  tadinya kita terbiasa dengan terang benderangnya lampu dan gegap gempitanya cahaya di kota, kita harus terbiasa dengan keadaan remang-remangnya lampu di desa terutama di rumah nenek… (katanya remang-remang itu sih romantis, tapi untuk kali ini aku nggak setuju…)

Seru dan Unik #2
Yang tadinya kita bisa tidur nyenyak sekali bahkan bisa-bisa sampai subuh hampir kesiangan, saat itu kita tidur harus sambil berolah raga tepuk tangan sepanjang malam… (untuk membunuh nyamuk alias nyeblek lamuk orang jawa bilang). Setelah aku teliti-teliti ternyata penyebabnya itu adalah terletak pada jendela ini…

Ada yang tahu nggak kenapa jendela ini masalahnya…?? jika kalian amati dengan teliti dan sungguh-sungguh ternyata jendela yang sebelah kiri tidak ada kacanya alias berlubang. Sebelumnya aku kira jendela di rumah nenek bersih-bersih semua, tidak bersih bagaimana karena ada beberapa jendelanya yang tidak ada kacanya… -_-!| capek dech…. Nih lihat saja jendela yang lainnya.

Banyaknya nyamuk sebenarnya bukan hanya dipicu jendela yang berlubang, mungkin juga dikarenakan rumahnya yang begitu mewah (alias mepet sawah).

Seru dan Unik #3
Yang tadinya mandi bisa teratur 2x sehari atau bahkan 3x sehari, sejak saat itu kita hanya mandi sekali, bukan karena tidak air dan tidak ada waktu tetapi karena kita harus menyesuaikan kondisi kamar mandi yang mungkin berbeda dengan kamar mandi di rumah kita dan membuat kita harus waspada setiap saat, karena takut pintunya bisa roboh terkena angin. Aku nggak bisa bayangin ketika enak-enaknya mandi, terus pintunya kesenggol dan roboh, bisa-bisa aku tidak perjaka lagi karena orang-orang sudah melihat aku mandi tanpa busana… -_-!|. Kalau ada yang belum tahu seperti apa kamar mandi di rumah nenek, nih aku kasih tahu gambarnya…

Aku kasih tahu juga nih, tuh pintu kalau mau pakai tinggal angkat dan disandarkan saja, itu artinya bisa dibuka dari segala arah dan tidak ada kunci yang menahannya… menyeramkan bukan (tapi menyenangkan kalau ada cewek-cewek cantik yang mandi di situ.. O.O). Jangankan kalau mandi, kalau be’ol pun malah lebih menyeramkan kalau roboh bisa-bisa berhenti putus di tengah jalan tuh be’ol… huhuhu.
MySpace

Bahkan Bapak, menyarankan lebih enak lho kalau be’olnya di kali Porong saja (karena memang kali Porong dengan rumah nenek tidak begitu jauh), disamping airnya deras ngalirnya, kita bisa ngasih makanan untuk ikan kecil-kecil di sana… buseeettt (yang ada bukan kita yang ngasih makan ikan, tapi kita yang bisa dimakan ikan hiu). Dan juga tidak bisa bayangin aj, kalau aku be’ol bisa-bisa mirip kaya’ spiderman yang nempel di dinding, bukan dinding kantor tapi dindingnya kali Porong gitu.. -_-!| ada-ada aj nih Bapak. Ingat nggak usah dibayangin ya..

Seru dan Unik #4
Keunikan lainnya tidak hanya berhenti pada pintu kamar mandi, dan jendela saja. Bahkan lemari di rumah nenek pun juga unik, aku yakin yang ini juga jarang ditemui di rumah teman-teman sekalian. Ada yang tahu nggak anehnya gambar lemari di bawah ini. Ayo coba temukan…!!

Nah bagaimana sudah ketemu keanehan dan keunikannya. Yaa… lemari itu didesain khusus kalau menutup pintu harus memakai ganjalan (didesain khusus apa memang faktor umur ya.. -_-!|). Kalau teman-teman teliti, tuh pintu lemari di atasnya ada ganjalan yang terbuat dari kertas, ganjalan ini berfungsi untuk membuat pintu supaya bisa ditutup jadi tidak perlu ada kunci khusus, benar-benar lemari yang Go Green… hehehe.

Seru dan Unik #5
Kali ini mungkin kisah seru dan unik yang bisa aku anggap agak beres, yaitu tentang menu makanan, meskipun terlihat sederhana siapa sangka menu makanan ini cukup enak untuk disantap. Ikan asin dengan sambal terong benar-benar menu yang bisa mengalahkan menu Mc’D dan KFC sekalipun.

 

Mungkin ini bisa jadi jadi ide menarik untuk buka waralaba makanan dengan mengangkat menu-menu makanan pedesaan di daerah perkotaan… 😀

Di luar dari kisah seru dan unik di atas, keindahan dan pesona alam rumah nenek masih tetap yang nomor satu. Mau tahu seperti apa keindahan alam yang ada di rumah nenek, nih ada beberapa foto yang dapat aku ambil dan masih tersimpan di handset.

“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman.

Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi ke sombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi.

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pezina yang tampil jadi figur menawan.

Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu di antara semua itu di mana aku berada..?”

-Na’udzubillah min dzalik-

[Ali bin Abi Thalib]